Aku Gak Suka Keju Tapi Aku Suka Kamu

Keju emang terkenal enak rasanya gurih asin cocok dipadukan dengan makanan manis ataupun asin. Keju juga masuk kesetiap golongan dari muda dan tua. Berkat trend kpop sekarang apa-apa makanan di kasih keju mozzarella. Jadi makanan lumer , mengugah selera, dan estetik gitu. Lumayan jadi konten social media. Bahkan sekarang ada outlet-outlet yang khusus menjual yang serba keju jadi lebih memudahkan yang malas untuk buat makanan jadi tinggal beli aja. Banyak kreasi dari keju yang sangat lezat hingga orang terkadang bingung untuk membeli yang mana karena semuanya kelihatan enak sekali. Tapi ada juga orang yang alergi keju membuat mereka tak bisa menikmati olahan dari keju ini yah kasihan ya….

Aku punya teman teman sepermainan dimana dia selalu ada aku dia amat manis dan juga baik hati ehhh malah aku nyanyi maaf ya bestiee… kenalin kami adalah kawan tiga sekarangkai. Wanita anggun dan satun gaya bicaranya sangat sopan si Sekar dari Solo Jawa Tengah yang terbiasa menggunakan Bahasa jawa halus bahkan saat berbicara menggunakan bahasa Indonesia tapi logat jawa kental. Si hitam manis dari Papua si naomi gadis berrambut tikal berbadan cukup tinggi memiliki senyuman yang amat manis. Dan cowok tampan dari medan horas si Andreas yang bersuara lantang dan keras khas orang medan. Ada hal lucu pertama ketemu naomi dan andreas ini. Kita dipertemukan di sekolah Tunas Bangsa, mereka murid pertukaran gitu pertama ketemu kita hanya lihat-lihatan saja lalu coba untuk berkenalan dengan mereka. Ku kira mereka judes dilihat dari wajahnya begitu ternyata mereka baik dan sopan pula cuma gaya bicara yang biasa di luar ehh luar biasa maksudnya agak keras dan lantang.

Setelah perkenalan kami masuk ke kelas dan ternyata mereka satu kelas denganku. Aku senang sekali bisa sekelas dengan mereka. Andreas orang yang blak blakan suka ngomong jujur meskipun menyakitkan.  “eh kau mencium bau yang tidak enak tidak” ucap andreas sambil menutup hitung dengan berbicara logat medan. “bau apa dres?” tanya sekar dengan logat jawa yang khas sekali. Andreas mencari  sumber bau mengelilingi satu kelas dan ternyata mau itu dari naomi “eh naomi kau tak mandi ya kenapa bau sekali.” Ucap andreas sambil menggelengkan kepala saking.
“ehh dres boten bareng ngoten niku.”ucap sekar
“kau ngomong apa sekar aku tak paham. Bahasa Indonesia saja.” Ucap andreas yang kesal naomi udah bikin kesal ditambah sekar lagi hadeh…
“kakak tau sekali saya belum mandi” ucap naomi sambil menengir polos
“jorok kali kau cewek cantik tapi kok tidak mandi. Ucap andreas
“kenapa kamu tidak mandi? Tanya sekar
“karena aku tidak terbiasa mandi pagi kaka kalau saya di rumah tidak pernah mandi                                              mandi paling 1 minggu sekali atau bulan sekali” ucapnya dengan polos sekali.
Sekar dan andreas kaget kok bisa ada orang yang malas mandi begitu. Kok gak gatal-gatal badannya.
“ya ampun naomi….” Ucap sekar dan andreas berbarengan.

Setelah pulang sekolah aku dan andreas sepakat untuk mengajari naomi. Mengajari dari yang dasar seperti mandi,membaca, dan lain sebagainya. Tenyata naomi anak yang manis dan pintar sekali, sekali diajari dia langsung mengerti. “ kalau di tempat tinggal kau seperti apa?” tanya andreas. Naomi mulai menceritakan dengan logat papua yang khas “ kalau di rumah saya kaka itu daerah hutan jadi rumah saya di tengah hutan kalau memasak tidak pakai kompor kita pakai api unggun atau masak pakai batu bahan makanan masuk ke dalam tanah lalu dikubur dan diberi alas daun diberi batu panas atasnya kaka” cerita naomi Panjang kali lebar. “kau juga baju sepert ini?” tanya andreas. “tidak kaka saya koteka “ jawab naomi dengan polos. “apa itu koteka?” tanya andreas sambil kebingungan sebab dia tak tahu koteka itu apa. “koteka itu semacam pakaian dalam kaka jadi cewek atau cowok sama kaka “ jawab naomi “hah kau tak kedinginan?”tanya andreas masih merasa heran. “tidak kaka saya sudah biasa kaka” jam naomi dengan gaya khasnya. Sementara andreas dan naomi perbincang sekar sedang menyiapkan cemilan ada singkong goreng,jemblem yang biasa di isi gula merah yang ini isi keju meskipun sekar buat keduanya karena naomi suka keju dan andreas suka hal yang manis seperti aku eh maksudnya makanan manis. Tak lama makanan itu sudah siap lalu mereka makan cemilan itu dan memuji cemilan itu enak buat sekar senang dibuatnya. Telah habis dan dirasa cukup mengajari naomi. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

Hari ada acara berkemah di sekolah. Kalian tahu kalau sekolahku sangat angker. Dulu katanya mereka sering menampakkan diri tapi sekarang tetap cuma gak sering. Andreas bertanya padaku dan naomi yakin mau ikut kemah itu aku dan naomi yakin jika tidak ikut kami tak dapat nilai. Akhirnya andreas juga ikut yang tadinya ia enggan tapi demi nilai okehhh.. kita datang sekolah dengan membawa barang keperluan kemah seperti tikar,panji,kayu bakar dan lain sebagainya. Tak terasa malam datang acara kali jurit malam 12 malam kami menelusuri jalan yang gelap minim cahaya. Hawa yang tak enak buat suasana mencekam. Kita menusuri lorong kelas 10 yang masih ada lampu. Langkah demi langkah tiba-tiba terdengar suara kursi ditarik berbunyi seret…. Brak kami pun mengoleh ke sumber suara dengan rasa takut kami melanjutkan jalan kaki sampai di Gedung depan lapangan basket. Ada ruang osis,ruang paski, UKS, dan ruang koperasi. Naomi sedang melihat sekeliling dan akhirnya matanya tertuju pada Sesutu yang ada di atas ternyata dia melihat…. Melihat…melihat…. Nungguin ya hehehe…dia melihat sesuatu berbaju putih berambut Panjang ternyata itu tekunti alias kutilanak yang sedang duduk memandang kami dari atas. Naomi berusaha memanggil kami dan beri isarat untuk melihat ke atas. Setelah kami melihat ke atas terkejut bukan kepalang kuntilanak itu tertawa hihihihi begitu membuat kami lari terbirit-birit. Naomi yang melihat pertama kali langsung minta pulang karena ia sangat takut sampai mukanya pucat. Karena hal itu lah kami dipulangkan semua sebab guru tahu mau mengambil resiko jika nanti ada yang kesurupan.

Hari demi hari bulan berganti tak terasa kami akan lulus dari SMA semakin dekat dengan kehidupan yang keras macam batu ini dan pahit macam makan daun papaya. Naomi berkuliah di UGM Yogyakarta mengabil jurusan komunikasi sebab dia sendiri senang bercerita hingga bercerminpun macam menjadi pembawa acara berita nerocos aja. Andreas berkuliah di UB Malang dengan mengambil jurusan hukum sebab kalau suruh berorasi dia tak ada tandingannya. Dan aku berkuliah  di kampungku sendiri Solo di ISI jurusan Tari karena aku suka sekali menari. Meskipun kami bakal berpisah kami akan menyempatan untuk bertemu dua atau tiga bulan sekali di Solo. Kami sudah sangat dekat bukan teman lagi tapi sudah seperti keluarga. Kemana-mana selalu bersama ada tawa,suka,dan duka. Rasanya berat sekali tapi ini untuk masa depan kami. Tadinya kami ingin satu universitas hanya saja jurusannya tidak ada yang cocok. Naomi dan andreas ada jurusannya dan aku tak ada jadi akhirnya kami berpisah jarak dan waktu deh sedih ya….

Meskipun berbeda latar belakang budaya,suku,agama, dan ras tidak membuat kami saling membenci justru ini yang membuat kita erat. Toleransi adalah kunci utama. Seperti slogan Indonesia Bhineka Tunggal Ika Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu Jua yang artinya mesti kita berbeda latar belakang Pendidikan,budaya,agama,suku bangsa,ras dan bahkan kesukaan tidak tetap satu. Tolenrasi dan saling menghormati lah yang menjadi dasarnya. Jika tidak ada dua hal itu wah pasti kita terpecah belah. Memilih apa-apa selalu berdasarkan kasta,harta,dan renata ehhh salah maksud tahta begitu bestie hehehe maaf ya… Indonesia dikenal oleh turis macanegara sebagai negara dengan warga yang sangat ramah tak mau bukan dengan keegoisan kita nilai ramah kita luntur. Kita bisa belajar dari bersabatan tiga sekangkai dengan perbedaan yang dimiliki masing – masing bukan penghalang untuk berteman karena kita sama di mata tuhan yang membedakan hanya amal ibadahnya hehe… yang selalu memandang beda itu orang. Setiap memandang orang selalu mengeritik ini orang baju kok gitu,hidungnya kurang mancung,lihat itu lipstiknya merah kaya tante -tante dan blablabla. Sebetulnya dia lagi mengoreksi dirinya sendiri. Sifat irinya langsung keluar. Gak apa apa setiap orang boleh berpendapat tapi jangan keterlaluan ya kan sudah diatur di UUD Dasar 1945.

Selesai …

Sampai jumpa di ceritaku yang lain ya semoga dapat menghibur kalian dari rasa gundah gulana

Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published.