Bantal Guling

Sinar mentari masuk lewat celah jendela kamar menungusik seseorang yang masih tertidur bermimpi indah. Dalam mimpinya ia sedang di taman bunga yang indah dan angin bertiup sepoi-sepoi, ia sedang duduk di kursi kayu sambil merangkai bunga kemudia ada seorang lelaki tinggi tampan. Lelaki itu duduk disamping wanita itu. Wanita itu menoleh di arah lelaki tampan itu dan menatapnya. Wanita itu bertanya siapa kamu ke lelaki itu, hendak menjawab namaku….. Wanita itu terbangun akibat sinar matahari yang sangat menyilaukan. “ yak siapa yang membuka korden ini tak tau apa aku sedang bertemu lelaki tampan hendak tahu namanya matahari sialan ini membangunkanku” ucap ranian sambil bangun mengacak-ngacak rambut, lalu melihat jam sudah menujukkan pukul 06.30 pagi. Ranian sangat terkejut langsung melompat dari ranjang sambil berucap “kenapa aku tak ada yang membangunkan”.

Hai bestie… Nama Ranian Yeoja Yeobbo panggilku rani atau ranian juga boleh. Aku bersekolah di salah satu sekolahan elit dan mahal pula maaf ni bukannya sombong ya hehehe…. Beatiful Place namanya. Bangunan sekolah tinggi dan banyak lorong sebagai ciri khasnya seperti sekolah di America gitu deh. Lapangan sangat luas dan ada kolam renang pribadi untuk siswa jika mata pelajaran olahraga berenang. Kalau masalah kantin, mereka menyiapkan koki khusus untuk membuatkan makanan untuk muridnya dan kantin guru pun terpisah dari murid. Disini murid dikasih jatah makan 2 kali sehari dan ada Snack atau jajanan ringan pula. Makanan pun tak sembarang dari daging sampai mie pun ada murid bebas memilih makanan yang mereka mau. Satu bulan spp ku di sini 30 juta jangan terkejut ya dengan fasilitas begini ya butuh dana yang gede juga say…. Seragam ku berbeda dengan yang lain , seragamku seperti seragam sekolah di Korea Selatan yang roknya pendek dan atasan copty gitu. Sepatunya bebas pakai apapun boleh sneakers hingga high heels pun boleh. Pokonya bebas deh…

Aku tinggal di perumahan elit dan mewah taman bunga jadi pemandangan setiap hari. Bangunan tinggi mengapit perumahan tersembut menjadi terkesan mewah dan mahal. Pagar hitam tinggi sebagai selimut perumahan jika ingin masuk harus masukan kode khusus. Perumahan elit itu namanya White Glow. Rata-rata rumahnya warnanya putih bersih berlantai lebih dari dua dan ada rooftop untuk melihat pemandangan pagi atau malam dari sana. Pagi hari terlihat taman bunga yang indah dan kicauan burung yang merdu seakan jadi semangat untuk menyambut hari. Malam tampak lampu kota yang sangat terang terdapat café di pingggiran perumahan membuat suasana ramai tapi masih nyaman. Terdapat mini martket untuk membeli kebutuhan yang kita butuhkan jika malas keluar komplek meskipun kecil tapi cukup lengkap.

Rumahku berlantai 2 ada rooftopnya, lantai pertama ada teras kecil yang bisa dibuat sekedar minum teh, kopi, dan makan jajanan kecil. Masuk ada ruang tamu dihiasi lukisan estetik dan foto keluarga. Berdinding putih dan jendela kaca tinggi menambah kesan luas dan bersih. Lantai marmer coklat kayu menambah kesan mewah. Sofa embuk warna merah dipadukan dengan meja kaca yang cukup besar dan ada vas bunga tulip. Terdapat lampu kristal gantung besar di tengah ruang tamu.Di samping rung tamu, ada meja makan sedang berbangku hitam yang terihat elegan .Terdapat mini bar dan dapur bersih berdinding putih berkramik coklat kayu. Di hiasi kichen set putih di atas untuk menyimpan makanan instan seperti mie instan, tepung, dan lain-lain. Kompor listrik tanam yang tampak mewah dan perabotan tersusun rapi pada tempatnya.

Lantai dua berisi ruang keluarga bersofa hitam dialasi karpet dari Turki warna coklat seperti warna lantai marmer. Ada Tv ukuran 55 inch dilenkapi dengan sound besar menambah kesan seperti menonton biskop. Dan ada kamar orang tua ku dan kamarku  Di samping rumah ada garasi untuk 3 mobil mewah 2 punya orang tuaku dan 1 punyaku plus supir pribadi. Art ku ada 6 orang untuk membesihkan setiap lantai dan memasakanku. Orang tua ku punya perushaan setiap hari tidak di rumah lebih sering keluar negeri. Pulang mungkin hanya sehari atau dua hari lalu pergi kerja hingga berbulan-bulan bahkan tahunan.

Hari ini aku hari pertama sekolah setelah libur semester, aku sekarang duduk di kelas 12 SMA. Aku sangat kangen sekolah bukan sekolah sih tapi seseorang hehehe… dubrak “kalo jalan pakek mata dong” ucap seseorang yang sangat familiar lalu aku menengok ke sumber suara ternyata itu Alvido Sang Namja cowok yang ku sukai dari awal aku masuk sma ini. “maaf kak alvido aku buru -buru takut telat” ucapku sambil tersipu-sipu malu. Dia seumuran dengan dengan Cuma beda bulan aja aku bulan oktober dan alvido februari  tahun sama 1998. Tapi aku lebih suka manggil kakak biar lebih sweet gitu. Dia gak suka sama aku tapi tetap berjuang batu aja kalau kena air bisa pecah apalagi hatimu eaaaa… Setelah kejadian itu dia pergi ke kelas padahal kita sekilas tapi aku tinggal huhuhu… Dia duduk sebangku dengan awalnya aku bisa tapi sekarang aku sangat suka.

Aku masuk kelas duduk di bangku di samping alvido tak lama bel berbunyi tanda kegiatan pelajar mengajar akan dimulai. Bu. Sribatin yang suka batin ini mengajar Prakarya dan Kewirausahaan. Bu sribatin masuk “pagi anak-anak “ ucap bu.sri sambil memegang buku pelajaran dan menjingjing tas warna merah.
“pagi bu…” ucap murid-murid dengan kompak.
“hari ini kita akan pelajar bab.7 tentang membuat prakarya yang dapat dijual.” Ucap bu.sri sambil menulis di papan tulis.” Tugas ini dikerjakan teman sebangku ya” ucap bu.sri
wah dalam hati aku senang sekali baru kali ini satu kelompok sama alvindo biasa satu kelompok sama Stefan Mahendra alias Stefan. Dia yang menyukai diriku tapi aku tetap suka alvido hehehe….”do mau tuker gak sama kelompok gue? Biar gue sama ranian” ucap Stefan
“kagak mau gue aja sama ranian loe sama jennie aja” ucap alvido. Biasa dia mau tuker yang ini kok mau ohhh jangan-jangan dia udah mulai suka sama aku tapi gak boleh menduga-duga harus dipastikan dulu sebelum aku kecewa.

Kita diterangkan oleh bu.sri lalu kita disuruh memilih mau buat kerajinan apa yang jual.
“kak alvido mau buat apa?” tanyaku sambil menatap matanya aduh dagdug hatiku huu.. tamapannya mas al…. “gue mau buat anak gimana? “ ucap alvido sambil tersenyum aneh gitu “hah maksudnya? “ucap ku pipiku merona jadinya karena jawaban itu “maksud gue bikin anak ya anak boneka gitu lo loenya aja mikir aneh-aneh.” Ucap alvido sambil tertawa “ihhh siapa yang mikir aneh-aneh kata-kata kakak yang ambigu” ucap ku sambil mencupit pelan lengannya.
“gimana nian?” tanya alvido “hah” ucapku terkejut karena hanya dia yang manggilku berbeda.
“gak apa-apa kan gue panggil lo nian ?” ucap alvido sambil memegang pipiku dengan kedua tangannya aaaaaa rasanya aku ingin meledak saking tersipunya aku hanya mengangguk.

Hari ini aku pulang lebih cepat karena semua guru rapat jadi dibebasin deh. Supir ku belum jemput jadi aku hendak menghubunginya. Waktu berkemas kak alvido menanyakan apa aku suka dijemput aku bilang belum dan dia menawarkan pulang bareng dia sambil beli bahan buat prakarya. Kalian tahu bestie.. Stefan juga nawarin pulang sama dia tapi aku pilih dengan alvido dong. Singkat cerita kita udah naik mobilnya. Lalu menuju mall untuk prakarya. Seperti benang,kain,dakron, dan lain sebagainya. Udah kebeli semua kak alvido ngajak makan karena dial apar. “nian makan yuk?” ucap alvido “boleh kak” ucapku. Kita pergi kesalah satu restoran cina gitu. “kita pesen 1 aja takut gak habis gitu atau loe mau pesen yang lain?” tanya alvido pada ku sambil membuka buku menu “hemm… samaan sama kak alvido” ucap ku sambil menatap kak alvido. “ oke kalo gitu kita pesen mie goreng seafood satu, sup brokoli satu, nasi satu buat berdua gimana? Terus mau minum apa? Ucap alvido “ iya kak itu aja minumnya ice lemon tea aja “ jawabku sambil menandang wajah tampannya. “oke ice lemon tea 2 “ ucapnya sambil memberi pesanannya ke waiters. Sambil menunggu makanan datang kita mengobral tentang tugas kelompok. Kita sepakat membuat satu pasang boneka kelinci. Boneka kelinci ini dibuat di salah satu took boneka langganan adik alvido. Makanan datang dan kita makan sambil aku curi-curi pandang melihatnya. Ternyata ia sangat tampan jika dilihat dari dekat. Sebari kita makan tiba-tiba alvido bertanya pertanyaan yang tak terduga. “loe katanya suka sama gue bener?” “hah kak alvido dengar darimana? Ucapku yang masih terkejut. “loe bisa gak sih gak usah manggil kak panggil gue alvindo aja” ucap sambil menatapku dengan serius. “gimana?” ucap alvindo

“iya kak eh alvido aku suka kamu” ucapku sambil tersipu malu pipiku udah merah seperti kepiting rebus. “sejak kapan “ tanya alvido. “sejak pertama masuk sekolah ini waktu itu aku dengar kamu udah punya pacar jadi aku pendam aja pas kita mulai satu kelas di kelas 10 aku sangat senang bahkan kita duduk bareng pun aku sudah bahagia.” Ucapku. “terus kenapa loe gak nanya gue bener gak itu pacar gue ? asal loe tahu ya banyak yang ngaku-ngaku pacar gue tapi nyatanya dari kelas 10 sampai sekarang gue gak punya pacar hati gue cuma satu orang doang loe mau tahu siapa? Ucap alvido sambil menatapku. Astaga selama ini aku salah sangka ternyata dia tak punya pacar lantas siapa cewek itu ucapku dalam hati “emang siapa alvido?” tanya ku sangat penasaran. “dia cewek cantik yang merangkai bunga di bangku kayu dalam mimpi gue wajahnya gak kelihatan jelas sih tapi kalo gue mimpi lagi gue kan tanya namanya dan melihat wajahnya” ucap alvido sambil cerita panjang lebar padaku. Tunggu merangkai bunga? Jangan -jangan astaga.

Hari mulai petang alvido pun mengajakku pulang untuk membuat prakrya itu di rumahku. Jadi selama mengerjarkan tugas ia akan tinggal di rumah ku sebenarnya kita tetanggaan cuma biar dekat tinggal di rumahku. Dalam pejalanan pulang aku ingin menanyakan tentang cewek merangkai bunga itu. “alvido akum au tanya tentang cewek kamu maksud tadi cewek itu gak tanya kamu namanya siapa?” tanyaku. “gue gak nanya tapi dia nanya nama gue kenapa loe jadi penasaran gitu?” tanya alvido. Astaga ternyata benar cowok tampan itu alvido aduh gimana nih mau senang atau kecewa nih… “kalo seandainya al kamu ketemu cewek itu di dunia nyata gimana? Tanyaku sambil hatiku dagdigdug. “kalo gue ketemu di dunia nyata gue jadiin pacar plus istri gue “ ucapnya sambil tersenyum bahagia. Omoo aaaaa… tidak ….
“kamu tahu dari kalo cewek itu cewek merangkai bunga?” tanyaku. “ dia punya gelang gambar kucing warna lilac.” Ucapnya tak lama kita sampai rumahku. Dia mengambil barang-barangnya lalu masuk ke rumahku dia tidur satu kamar di sebelah kamarku. Ia mulai berkemas dan masuk kamar sedang aku ganti baju lalu menyiapkan makan malam artku tugasnya bersih-bersih kalo makan aku masak sendiri.

Malam pun tiba kita makan malam Bersama dengan menu steak daging mahal,salad, dan minumnya air putih karena steak udah berlemak jadi air putih jadi penetralnya. Kita makan dengan lahap lalu membuat tugas prakarya. Tiba-tiba terdengar suara mobil dan ternyata itu alat membuat boneka pesanan alvindo. Ku bukakan pintu alat itu masuk lalu kututup pintu lagi.

Selesai makan kita memulai membuat boneka kita potong kain sesuai desain, lalu di masukan ke alat itu. Tunggu jadi deh. Sambil menunggu kita mengobrol “ eh nian gue boleh liat kamar loe gak?” tanya alvindo. “buat apa al?” tanya ku balik.”tinggal jawab aja susah amat” ucap alvido akupun mengangguk tandanya aku setuju. Alvido masuk ke kamarku melihat ke sekeliling kamar ia melihat gelang yang ada di mimpi  tenyata ada di kamar ku. “kenapa gelang itu ada disini?” ucap alvido sambil mengambil gelang itu dan menanyakan padaku. “nian ini punya loe?” tanya alvido. “iya al itu punya emang kenapa?” tanya ku bingung .”ini gue bawa ya nanti pas acara promnight gue kasih tau” ucapnya sambil memasukan gelang ke kantung celananya. Tak lama boneka itu jadi yeeeee…

Hari ini bazar prakarya stand yang menjual seperti celengan,tas,boneka dan ada makanan minuman juga. Bazar kali rame banget banyak anak-anak dari kelas lain juga liat bahkan ada yang memborong boneka buatanku dan alvido. Rencananya buat boneka kelinci satu pasang akhirnya kita buat teman-teman kelinci ada singa,harimau,kura-kura pokoknya banyak deh.

Bazar hanya sampai jam 9 malam. Boneka yang kita jual habis kita pulang. Sebelum pulang alvido mengajakku makan di restoran yang sudah dipesan alvido dengan pemandangan langit malam dengan lampu-lampu berkelap kelip nan cantik. Posisi tempat makan ada di atas bangku putih, meja ditutup kain putih diatasi vas bunga mawar merah plus lilin kecil-kecil. Tiba di restoran alvido menuntunku ke atas lalu menarikan bangku seperti putri saja.
“loe tahu gak gue ngajak loe ke sini ngapain?” tanya alvido.
“gak al emang ada apa?” ucapku. Makanan sudah datang dan tertata rapi.

“oke gue jelasin sambil kita makan” ucap alvido. Kita mulai makan steak aku kaget ketika alvido mengambil piringku ternyata dia memotongkan steak untuk ku aaaaa so sweet…
“gue ajak loe ke sini gue mau ngomong tentang cewek merangkai bunga di bangku taman gue udah tau orangnya dan orangnya adalah loe “ ucap alvido sambil menatapku dengan serius.
“hah kok al tahu?” ucapku dengan kaget.
“loe inget gue nemu gelsng warna lilac gambar kucing di kamar loe itu yang dipakai cewek itu”
hah aku ingat dia ngomong itu kenapa aku lupa padahal alvido udah ngasih tau.
“terus kalo al tau itu aku sekarang gimana?” tanya ku sambil menatapnya.
“gue mau loe jadi pacarku gak gak istriku gimana? Tanya alvido. Saking kagetnya aku tak bisa berkata ditambah dia memberi ku cicin aaaaa tambah meleleh ….akhirnya aku mengangguk sebagai jawaban iya. Ia memelukku dengan erat aaaa akhirnya berjuanganku tak sia-sia.

Setelah kelulusan tiba aku diboyong alvido di Korea Selatan karena dia punya perusahaaan di sana jadi aku ikut dengannya. Btw aku alvido sudah menikah dan aku sedang mengandung buah cinta kami berdua. Masih ingat sama Stefan, dia menembakku setelah alvido melamarku ya kalian tau jawabanku. Aku memilih alvido dan dia patah hati sampai di hari pernikahanku dia tak datang. Ternyata dari mimpi ku bertemu dengan pangeran ternyata itu jodohku dengan alvido. Ternyata dunia sempit ya. Buat kalian yang masih jomblo jangan sedih gak dapat jodoh one day kalian pasti bertemu dengan orang yang tepat seperti aku bertemu dengan alvido.

Selesai…

“Sampai Jumpa lagi dada…..”

Leave a Reply

Your email address will not be published.