Mendaki Di Gunung Rinjani

KLPO NewsPada suatu hari, Rivangga Erlangga, Rian, Andika, Sinta dan Aulia sedang berkumpul dirumah Rivangga. Mereka ingin mendiskusikan tentang perjalanan mendaki di Gunung Rinjani yang berada didaerah Lombok, Nusa Tenggara Barat(NTB).

Mereka  ingin melakukan pendakian di Gunung Rinjani pada tanggal 13 Agustus – 16 Agustus 2022. Mereka pun memulai membahas apa saja yang perlu dipersiapkan dan apa saja bahaya yang akan mereka hadapi setelah melakukan pendakian  di Gunung Rinjani.

Rivangga yang dulunya pernah mendaki di Gunung Rinjani memberi usulan kalau lebih baik tidak melakukan pendakian  di Gunung Rinjani. Karena disana tantangannya lebih berbahaya. Rivangga pun menyarankan untuk melakukan pendakian di Gunung Ciremai.

Seketika itu Erlangga, Rian, Andika, Sinta dan Aulia menolak apa yang disarankan Rivangga. Karena mereka ingin melihat Gunung Rinjani walaupun mereka sudah tahu apa bahayanya melakukan pendakian di Gunung Rinjani.

Rivangga pun hanya terdiam dan menyetujui apa yang diminta Erlangga, Rian, Andika, Sinta dan Aulia. Mereka pun membicarakan bagian apa saja yang perlu di bawa untuk mendaki  nanti. Disitu Rivangga memberitau siapa yang akan membawa tenda dan siapa yang membawa bahan – bahan untuk mereka makan di sana.

Disitu, Rivangga menyuruh Erlangga, Rian untuk membawa tenda sedangkan, Sinta dan Aulia membawa bahan makanan untuk mereka makan nanti. Mereka pun setuju apa yang dibicarakan Rivangga.

Setelah selesai membicarakan perjalanannya ke Gunung Rinjani, mereka bergegas pulang kerumah masing – masing untuk menyiapkan apa saja yang perlu mereka bawa besok.

Keesokan harinya  pukul 06:00 pagi. Rivangga, Erlangga, Rian, Andika, Sinta dan Aulia berkumpul dirumah Rivangga. Disitu mereka sudah siap untuk melakukan perjalanannya ke Gunung Rinjani. Pukul 07:00 pagi, mereka memulai keberangkatanya menuju Gunung Rinjani.

Sebelum berangkat, mereka tidak lupa untuk berdo’a agar selamat sampai tujuan. Ditengah perjalanan Erlangga lupa untuk membawa  tenda dan akhirnya mereka putar balik kerumah Erlangga untuk mengambil tenda. Disitu Erlangga meminta ma’af kepada Rivangga, rian, Sinta dan aulia karena telah menunda waktu keberangkatanya.

Setelah Erlangga selesai mengambil tenda, mereka langsung berangkat. Disitu waktu sudah menunjukan pukul 09:00 pagi. Ditengah perjalanan Erlangga, Rian, Sinta dan Aulia sedang asyik bercanda.

Disitu Rivangga yang merasa tidak tenang dan gelisah. Rivangga berpura – pura baik – baik saja didepan teman – temanya. Seakan – akan tidak ada apa – apa yang terjadi. Disitu waktu sudah menunjukkan pukul 12:50 siang. Mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka pun segera membeli tiket masuk.

Rivangga yang dulunya pernah mendaki di Gunung Rinjani, dia memimpin didepan untuk menunjukan arah jalan. Disitu Rivangga mengambil jalur sembalun. Di pos keberangkatan, Rivangga memberitau Erlangga, Rian, Sinta dan Aulia untuk tetap menjadi satu tim dan tidak berpencar – pencar.

Rivangga juga menanyakan apakah tidak ada yang sakit. Erlangga, Rian,Sinta dan Aulia menjawab tidak ada yang sakit. Rivangga pun memulai keberangkatnya pukul 02:00 siang. Ditengah perjalanan menuju pos 1, mereka berhenti sejenak untuk berfoto – foto.

Disitu mereka sangat bahagia setelah berfoto – foto mereka melanjutkan perjalanannya. Disitu waktu sudah menunjukan pukul 04:00 sore. Setelah sekian lama perjalanan mereka sampai di pos 1. Mereka beristirahat dan mendirikan tenda karena waktu sudah  menunjukan pukul 07:00 malam. Diperjalanan menuju pos 1 masih berjalan dengan mulus.

Disitu Rivangga, Erlangga dan Rian sedang membuat api unggun sedangkan, Sinta dan Aulia memasak untuk mereka makan nanti. Setelah selesai makan malam, mereka bersih – bersih. Lalu mereka beristirahat karena besok perjalananya masih panjang.

Sinta yang merasa gelisah dan merasa ada yang ganjil  tidak bisa tidur. Sinta yang tidak sengaja membangunkan Aulia. Disitu Aulia menyuruh Sinta untuk tidur. Sinta pun berusaha untuk tidur beberapa menit kemudian Sinta tertidur dengan pulas.

Keesokan harinya matahari sudah terbit. Waktu itu pukul 06:00 pagi mereka bangun. Sinta dan Aulia memasak makanan untuk mereka buat sarapan nanti. Sedangkan Rivangga, Erlangga, Rian membereskan tenda. Setelah Sinta dan Aulia selesai memasak mereka memanggil Rivangga, Erlangga dan Rian untuk sarapan.

Selesainya mereka makan, tak lupa untuk membersihkan sampah yang ada disana. Mereka melanjutkan perjalananya pukul 07;00 pagi menuju pos selanjutnya yaitu pos 2. Disitu Rivangga yang tetap memimpin perjalananya. Ditengah perjalan menuju pos 2 sudah ada bahaya yang siap mereka hadapi.

Disitu mereka tersesat. Erlangga, Rian, Sinta dan Aulia sudah merasa panik. Rivangga mencoba menenangkan mereka untuk tidak panik. Rivangga sudah mengira kalau ini akan terjadi.

Rivangga mencoba mencari jalan agar mereka kembali  dijalur pos 2. Cukup lama mereka berputar – putar, akhirnya mereka menemukan jalannya. Disitu mereka merasa lega karena sudah tidak tersesat lagi.

Sinta yang merasa gelisah dan tidak fokus membuat Rivangga, Erlangga, Rian dan Aulia merasa was – was terhadap Sinta. Mereka mencoba mengobrol dengan Sinta agar Sinta tidak melamun. Ditengah perjalanan menuju pos 2, mereka berpapasan dengan rombongan pendaki lain.

Mereka berhenti sejenak dan mengobrol dengan rombongan pendaki lain. Ternyata disitu mereka juga ingin menuju pos 2, jadi Rivangga meminta kepada rombongan pendaki lain untuk berangkat menuju pos 2 bersama – sama. Karena Rivangga merasa panik dengan Sinta jika terjadi sesuatu terhadap Sinta.

Akhirnya mereka berangkat menuju pos 2 bersama – sama dengan rombogan pendaki lain. Sekian lama mereka berjalan akirnya mereka sampai di pos 2. Disitu waktu sudah menunjukan pukul 11:00 siang. Mereka dan rombongan pendaki lain sedang beristirahat di pos 2.

Mereka juga asyik berfoto – foto karena disana pemandangan alamnya sangat indah. Rivangga, Erlangga, Rian, Sinta dan Aulia tidak lupa untuk berfoto bersama – sama.

Setelah mereka selesai berfoto – foto mereka bergegas untuk melanjutkan perjalananya menuju pos selanjutnya yaitu pos 3. Waktu itu sudah menunjukkan pukul 03:00 sore. Ditengah perjalanan menuju pos 3, mereka tersesat dan Sinta yang tadinya tidak fokus sekarang Sinta melamun terus.

Rivangga pun menanyakan sesuatu kepada Sinta “apakah kamu baik – baik saja”. Sinta menjawab “jika tadi ada yang memanggil – manggil namanya”. Disitu Rivangga sangat panik dan memberitahu kepada rombogan lain. Rivangga mencoba mengobrol dengan Sinta agar tidak melamun lagi.

Beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai di pos 3 dan mereka beristirahat dan membangun tenda. Karena sudah malam jadi mereka tidak bisa melanjutkan perjalannya sebab takut jika terjadi apa – apa dengan Sinta. Akhirnya mereka bermalam di pos 3. Mereka juga menjaga Sinta agar tidak melamun lagi.

Waktu pun sudah larut malam Rivangga meminta teman – temannya untuk beristirahat. Karena besok masih ada perjalanan menuju puncak yang mereka impikan.

Rivangga menanyakan sesuatu kepada Sinta “apakah dia baik baik saja”. Sinta menjawab Rivangga kalau dia sudah membaik. Rivangga yang tadinya panik sekarang menjadi lega.

Keesokan harinya pukul 05:00 pagi, mereka memasak makanan untuk sarapan nanti. Setelah selesai sarapan, mereka membereskan tenda dan membersihkan sampah yang ada disana. Selesainya mereka membersihkan sampah yang ada disana, mereka melanjutkan perjalanannya menuju puncak  pukul 07:00 pagi.

Ditenggah perjalanan menuju puncak, mereka berhenti sejenak karena ada yang memanggil – manggil mereka. Rivangga, Erlangga, Rian, Sinta dan Aulia mencari tahu suara misterius itu berasal dari mana.

Setelah mereka menemukan asal suara misterius itu, ternyata berasal dari jurang. Disitu Rivangga, Erlangga, Rian, Sinta dan Aulia memanggil – manggil orang yang tadinya memanggilnya. Mereka melihat apakah dijurang ada orang.

Ternyata disitu tidak ada siapa – siapa. Jadi Rivangga, Erlangga, Rian, Sinta dan Aulia bergegas meninggalkan tempat itu. Mereka lalu melanjutkan perjalanannya menuju puncak Gunung Rinjani.

Sekian lama perjalanan akirnya mereka sampai di puncak. Disitu mereka membangun tenda. Waktu itu masih pukul 10:00 pagi, Sinta dan Aulia sedang memasak makanan untuk mereka makan bersama – sama nanti.

Disana mereka sangat senang karena dari sekian perjalanan akhirnya mereka telah sampai. Mereka juga bermalam di puncak Gunung Rinjani. Mereka sangat bahagia, mereka tidak bisa membayangkan kalau bisa berada di puncak Gunung Rinjani.

Keesokan hari pukul 05:30 pagi, mereka bangun dan memasak untuk sarapan. Disitu Rivangga, Erlangga dan Rian sedang membereskan tenda karena mereka akan pulang. Setelah Sinta dan Aulia selesai memasak, mereka memanggil Rivangga, Erlangga dan Rian untuk sarapan.

Setelah mereka selesai sarapan mereka langsung pulang. Setelah sampai di pos keberangkatan, mereka beristirahat sebentar lalu mereka pulang kerumah masing – masing.

You May Also Like

About the Author: administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.