Meraih Mimpi

KLPO NewsHallo perkenalkan nama saya adalah Ica . Saya dilahirkan di Blitar pada tanggal 13 Mei 2000. Saya anak kedua dari dua bersaudara, Kini usia ku 22 tahun.

Dulu saya sekolah di Tk Darma Wanita kemudian saya melanjutkan di SDN sumberasri 01, SMPN 3 Nglegok, kemudian melanjutkan SMK di SMK Telkom Brawijaya, sekarang saya adalah mahasiswi di salah satu Universitas di kota Blitar.

Bermimpilah selagi langit masih sanggup menampung mimpimu. Kata-kata itulah yang selalu membuatku semangat untuk bermimpi, orang sering mengatakan bahwa “Bermimpilah setinggi langit”.

Mimpi adalah kunci kesuksesan. Banyak orang yang mengganggap mimpi atau impian itu sama dengan khayalan atau angan-angan, tetapi sebenarnya serupa tapi tak sama. Semua orang pasti mempunyai mimpinya masing-masing. Begitupun dengan aku.

Dari kecil aku pun telah dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar.

Karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita, akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik.

Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya.

Di sekolah aku mempunyai banyak teman yang mendukung ku untuk menggapai impian dan cita – citaku.

Coba bayangkan, bila kita hidup tanpa memiliki cita-cita. Maka sudah dapat dipastikan hidup kita menjadi serba gak jelas. Gak jelas karena kita tidak punya tujuan yang jelas. Waktu pun menjadi terbuang sia-sia.

Saya memang tidak terlalu pandai dalam pendidikan namun, itulah yang membuatku untuk selalu berusaha dan pantang menyerah. Karena saya percaya bahwa setiap usaha tak akan menghianati hasil.

Saya adalah mahasiswi jurusan PGSD ( Pendidikan Guru Sekolah Dasar), saya menggambil kelas karyawan rutinitas yang saya jalani setiap hari adalah kuliah kerja begitu dan seterusnya.

Rasanya sangat capek dan melelahkan. Karena sepulang kerja, saya harus langsung mengikuti kelas tapi lama-lama sudah mulai terbiasa dengan rutinitas ini.

Sebenarya untuk menjadi seorang guru adalah keinginan dari kedua orang tua ku dan akhirnya saya memutuskan untuk memilih jurusan itu. Saya memilih untuk menjadi seorang guru, karena saya ingin memberikan ilmu yang saya miliki kepada semua anak-anak.

Saya berharap generasi yang akan datang menjadi generasi yang unggul di bidang apapun, memiliki semangat yang tinggi untuk kebaikan bangsa dan negara.

Ketika kita semakin dewasa tanggung jawab untuk diri sendiri pun juga semakin besar, ada banyak tuntutan hidup yang harus di penuh  demi keberlangsungan hidup ini.

Ketika saya masih kecil saya pikir menjadi orang dewasa itu sangat menyenangkan, bisa kerja cari uang sendiri,  main kesana-kamari tanpa di larang. Tapi pada kenyataannya masa kecil jauh lebih menyenangkan.

Ada banyak anak-anak di luar sana yang memiliki cita-cita tinggi. Namun, banyak juga anak-anak yang harus merelakan dan mengikhlaskan mimpinya begitu saya karena biaya dan masalah ekonomi.

Sangat di sayangkan anak-anak yang memiliki potensi dan bakat yang baik harus pupus begitu saya, jangan pernah menyerah untuk mencapai apa cita-cita kita.

Berawal dengan apa adanya, dengan niat dan berikhtiar maka semuanya akan mendapatkan jalannya. Semua itu tergantung kepada niat kita masing-masing bissmillah jika niat kita baik, TUHAN akan selalu memberikan jalan yang terbaik untuk umatnya.

Saya tak terlahir dari kelurga yang kaya, bapak ibu ku juga tak memiliki gelar Pendidikan tinggi, bapak ku adalah seorang pedagang kecil sedangkan ibu ku hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Saya adalah anak seorang pedagang kecil, yang memiliki cita-cita tinggi. Banyak orang yang meragukan apakah bapak dan ibu ku bisa memberikan Pendidikan yang terbaik untukku.

Berasal dari keluarga kurang mampu tak membuat saya patah semangat mendapatkan pendidikan layak, justru keterbatasan yang dimiliki mampu mengantarkan saya menjadi mahasiswi.

Saya sangat bangga dengan bapak ibuku, meraka bekerja keras pagi siang dan malam demi untuk mencari pundi-pundi rupiah.

Tak banyak uang yang di dapatkan orang tuaku namun, meraka berusaha sepenuh hati bekerja tak mengenal lelah hanya untuk memberikan kehidupan dan Pendidikan yang layak untuk anaknya.

Ibu dan bapakku selalu berkata kejarlah cita-citamu selagi bapak dan  ibumu ini masih bisa bekerja. Akan ku usahakan yang terbaik untukmu, untuk kalian jangan pernah menyerah apapun keadanya.

Kita harus tetap bersemangat, kita lahir di dunia ini tidak bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan, dan takdir apa yang kita miliki namun kita bisa berusaha untuk merubah takdir itu.

Kunci dari semuanya adalah kita harus tetap bersyukur atas apa yang kita miliki. Tidak usah iri dengan apa yang tidak kita miliki, jangan iri dengan kehidupan orang lain karena jalan hidup dan takdir hidup setiap orang itu berbeda-beda.

Kita tidak bisa menyamakan antara kita dan orang lain, karena kemampuan setiap orang berbeda-beda.

Untuk kalian yang sedang berjuang merubah masa depan dan berjuang meraih cita-cita kalian tetap semangat.

Kalian tidak sendiri ada banyak orang diluar sana yang sama-sama berjuang untuk masa depannya.

Waktu terus berjalan kehidup pun terus berjalan siap atau tidak kita harus menghadapi masa depan, doa dan usaha jangan lupa selalu di lakukan. Selalu bersyukur atas apa yang kita miliki, jangan takut untuk menghadapi hal-hal baru.

Karena berawal dari hal baru itulah kita bisa saling belajar, jangan takut keluar dari zona nyamanmu. Terkadang kita harus rela keluar dari zona nyaman kita demi untuk mencari penggalaman hidup yang baru

Untuk kalian yang sering di remehkan orang, yang sering di hina oleh orang-orang yang merasa paling benar jangan berkecil hati.

Berawal dari hinaan itulah, menjadi penyemangat untuk kita buktikan kepada orang-orang bahwa kalian bisa  mewujudkan apa cita-cita kita.

Harapan saya ketika lulus nanti saya bisa mendapatkan IPK yang baik. Bisa menjadi guru yang baik dan contoh yang baik.

Tak semudah itu tentunya jika mau mendapatkan ilmu yang tinggi, maka saya harus belajar dengan sangat keras untuk mencapai nilai yang saya inginkan.

Saya berharap kelak ketika saya sudah bisa meraih cita-cita dan menggapai cita-cita. Maka disitulah orang yang aku sayangi masih bersamaku.

Saya berusaha sekuat tenaga saya, demi meraih cita-cita ku demi memberikan yang terbaik untuk keluarga ku khususnya buat bapak ibuku lihatlah putri kecilmu ini sudah berhasil maraih cita-citanya.

Tak terasa empat tahun sudah saya kuliah. Asam, manis, dan pahitnya kehidupan telah ku lalui. Saat wisuda pun tiba, kelurgaku yang pertama kalinya guna menghadiri wisuda tersebut.

Aku merasa kurang puas dengan hasilnya, karena aku masih kalah berprestasi dengan temannya yang berasal dari kota lain.

Namun aku tak putus harapan, aku sangat sadar bahwa ia tidak hanya berfokus pada akademik saja, aku pun juga menyadari bahwa ketika lulus yang ditanyakan bukan IPK berapa. Namun kebermanfaatan ilmunyalah yang dipertanyakan.

Setelah wisuda S1 dengan gelar S.Pd sarjana Pendidikan dasar yang tersematkan di akhir namaku membuat ku semakin bangga atas keberhasilan yang aku miliki.

Walaupun masih berstatus guru muda honorer, tapi aku sangat bahagia karena sebentar lagi cita-citaku akan terwujud. Yaitu menjadi seorang guru yang Insya Allah ilmu yang saya dapat akan bermanfaat untuk orang lain.

Untuk teman-teman ku “Raihlah mimpimu, kejar cita-citamu sebisa mungkin,  gantungkan mimpimu setinggi langit dan buktikan kepada semua orang bahwa kamu bisa.

Kamu pasti bisa, tetap semangat jangan pantang menyerah, di atas langit masih ada langit. Semua itu tentunya harus di iringi dengan usaha dan doa Innamal a’malu binniyat jangan takut gagal semua itu tergantung dengan niat.

Saya sangat bangga dengan apa yang saya miliki saat ini dengan keberhasilan yang saya miliki, dengan berbagai kekurangan yang dimiliki keluarga ku saya mampu meraih dan mewujudkan cita-citaku.

Saya ucapkan terimakasih kepada semua orang yang selalu mendukungku terutama kepada kedua orang tuaku, dan teman-tamanku.

Terimkasih untuk dukungannya dan motivasinya sehat selalu yaa aku sangat mencintai kalian, Terimaksih TUHAN karen telah memberikan kesempatan yang terbaik buat saya

Seiring waktu yang berlalu, inilah saya. Alhamdulillah, saya menggapai cita-cita menjadi seorang guru.

Meskipun beberapa waktu yang lalu saya pernah mengalami perubahan cita-cita. Paling tidak guru pernah menjadi salah satu target cita-cita

You May Also Like

About the Author: administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.